..:::Jangan Kerana kita Islam Difitnah:::..

Author: Cita Pemuda Syahid Labels:: ,

Assalamualaikum..

Bismillahirahmanirahim..


Maksud firman Allah SWT : " Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan dengan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk "
an Nahl : 125


Kehadrat Dia pujian di lanjutkan, syukuri nikmat segala yang ada, Sang Pencipta itu tidak henti memberi, mengapa kita hamba hina mahu melupai, sudah hebat dan perkasa benarkah? Junjungan besar di akhir hayat masih lagi terkeluar 'ummati' dari bicaranya, mulia benarkah kita sehingga untuk berselawat sepatah dua pun susah? Selawat dan salam buat baginda. Muhammad Rasulullah.

Afwan, saya mulai dengan maaf kerana saya tahu setiap kali saya melontarkan bahasa, mungkin hemah bicaraku hilang sedikit, namun saya dengan lafaz insyaAllah, pedasku, kasarku, masih lagi saya yakini tidak terkeluar dari syari'atullah bicara ini, jika saya tersasar maka bangkitlah kamu dengan pedang-pedang mu datang mengingatkanku, silakan wahai sahabat.

Izinkan saya insan hina mula berbicara dan ku mulakan dengan kisah dialog Nabi Musa AS dengan kaumnya yang telah dirakamkan dalam firman Allah SWT yang maksudnya :

“ Wahai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan tetapi kamu menyeru aku ke neraka. Kamu menyeru aku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukanNya dengan apa yang tidak aku ketahui padahal aku menyeru kamu beriman kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Sudah pasti bahawa apa yang kamu seru supaya aku beriman kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apa-apapun baik di dunia mahupun diakhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang ku katakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba2Nya " al Mukmin - 41 : 44


Dengan kemelut dunia sekarang, saya tahu, bukan mudah berjalan di atas syaria'tullah, bukan senang menelusuri sunnatullah, kulihat jalannya berliku, hiruk pikuk dengan segala macam kesesatan, gejala-gelaja ma'asi, perlakuan-perlakuan mungkar, dan apa lagi yang semuanya secara pasti aku katakan ianya buruk di mata Addeenul Islam. Gejala terkutuk inilah yang kini senang ditelusuri oleh sekian ramai anak Adam, maka, sudah menjadi kebiasaan manusia, yang senang itu dipilih, yang payah itu dikesampingkan.

Saya tidak terlalu hairan melihatkan manusia-manusia yang hilang pedoman, tiada bekal ilmu, tidak mendapat nurture atau asuhan yang baik terperosok ke lembah yang bejat itu. Bahkan, untuk mereka ini, walaupun dilihat berjalan berpegangan tangan, aksi ringan-ringan, keluar dating, saya masih mampu mengucap nafas lega, saya masih lega kiranya mereka belum terlalu jauh menjunam meneroka lembah ma'asi. saya telah katakan tadi, mereka ini tidak dilengkapi dengan ilmu yang cukup untuk memahami perlakuan mereka itu menyimpangi syari'atullah, maka para da'ie sekalian, ini tugasnya kalian yang punya ilmu untuk memahamkan, ayuh!...keluarkan singa-singa kamu!

Tetapi sahabat sekalian, fasa ini saya mungkin hilang hemahnya, hilang hemahku ini bukan kerana ammarah bissu' yang dikontrol syaitan, tetapi kerana sayangku kepada kalian. Wahai sahabat-sahabat yang berilmu sekalian, sahabat yang bijak pandai, para cendikiawan, ilmuan, agamawan dan entah apa lagi gelarannya. Oleh kerana tarbiyahmu sudah cukup untuk mematangkan, sudah cukup utk kamu membezakan yang mana haq yang mana batil, sudah khatam kamu soal fiqh, syariat dan sebagainya, maka aku ingatkan bahawa sekarang murka dan laknat Allah bersama kamu!!! Jangan melenting dulu!

Sabda Rasulullah SAW :

" Berbicaralah kepada manusia menurut kadar kemampuan akal mereka masing-masing "
HR : Muslim


Jika kalian bangga dengan ilmu yang kalian ada, jika kalian megah dengan pandangan org disekitar, jika kalian rasa dada kalian sudah cukup isinya, maka aku mahu tanya kalian, kenapa bongkak benar hati itu untuk melihat dengan jelas apa yang benar apa yang salah? Kenapa perlakuan yang menghampiri ma'asi itu yang kalian tayang-tayangkan? Kenapa benda-benda yang pastinya boleh menimbulkan fitnah itu kalian mulakan?

Saya tanya kalian wahai si ilmuwan sekalian, kenapa hati menjadi buta hanya sekadar ingin beroleh sedikit keseronokan yang pastinya tidak kekal? Apa sudah bertukarkah status kalian dari si alim yang hebat menjadi si jahil yang sombong? saya pasti, jika hati masih lagi diselimuti gelap pekat rasa bongkak, maka wacana aku ini kalian akan bangkul sampahkan, kalian akan mencari-cari hujah mengiakan kebejatan kalian, begitulah manusia, sentiasa mahu menang walaupun secara haqnya sudah tahu yang mana betul yang mana salah. Inilah perlakuan hati-hati kosong yang bongkak tidak mahu menerima kebenaran!!

Maka saya rayu, jika kalian mahu aku melutut di depan kalian pun saya sanggup, saya katakan ini Demi Allah aku sanggup! Asalkan kalian bisa menilai dan muhasabah kembali sehingga benar-benar mampu melihat kekhilafan yang telah dilakukan dgn mata hati!

Maksud firman Allah " Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka. Kerana itu berpalinglah kamu dari mereka dan berikanlah mereka pelajaran dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berkesan kepada jiwa mereka "
an Nisa' : 63


Tidak saya bicara begini untuk mereka yang lain, ini bicaraku khas untuk sahabat yang amat saya kasihi lillahita'ala, hikmah itu tidak semestinya lembut, juga tidak semestinya keras, bahkan ia bukan juga diantara lembut dan keras, hikmah adalah apabila kita menyesuaikan situasi dengan tujuan. Maka teguran ini aku kira sesuai untuk hati-hati ilmuwan yang mulai gelap, kerna saya pasti, kalian punya akal untuk berfikir.

Ingat wahai sahabat, dirimu menjadi cermin pada yang lain, menjadi ikutan dan tauladan, menjadi cahaya untuk kegelapan, maka jika kalian suka untuk mengakali syari'atullah, apa jadi pada mereka yang lain?? Kerana itulah, saya tidak mahu lagi berlemah lembut, kerna ini soal agama! Ini soalnya bagaimana mahu membawa keizzahan Islam ke puncak!

Jika tadi saya mampu lagi menarik nafas lega melihatkan pasangan kekasih yang dating sana sini, itu kerana sudah aku nyatakan mereka mungkin tidak punya kefahaman, akan tetapi kini saya bicara dengan para ilmuwan! saya bicara dengan yang punya kefahaman, maka biarpun sedikit perlakuannya, namun jika ia sudah cukup untuk menimbulkan fitnah maka ini tidak lagi mampu melegakan nafasku, bahkan aku mungkin kesesekan nafas! Ingat wahai sahabat, kelakuanmu walaupun sedikit, tetapi jika ia mampu membangkitkan fitnah, maka fitnah itu bukan sekadar jatuh di atas batu jemala kalian, tetapi kemuliaan Islam juga boleh tercalar akibat fitnah yang dimulakan kalian!

Apa kalian mahu menjadi pemula fitnah kepada Islam? kalian ingat Allah? Kalian ingat Rasulullah? Kalian ingat? Kalau lupa, usahlah baca lagi, lupakan saja!!! saya berikan sedikit contoh sahaja, seorang wanita yang pakaiannya ketat, berseluar sendat, tidak bertudung, berjalan seiringan dengan seorang lelaki berabut ala-ala mohawk berpimpinan tangan, dengan satu lagi situasi iaitu seorang wanita yang bertudung litup, berjubah sopan, duduk di bawah pokok ditaman bunga berduaan dengan bukan muhrim, tidak pegang tangan pun, situasi mana lebih hebat fitnahnya pada Islam?

Kalian bijak pandai pasti mampu memberikan jawapan tepat! saya yakin!!! Rasanya tidak cukup apa yang saya wacanakan ini, namun harapnya bijak pandai sekalian mampu memahami, saya tidak totokkan kepada perlakuan apa, situasi apa, maka ianya tiada pengkhususan, ia terbuka untuk semuanya, bahkan untuk diriku sendiri juga. Apapun, aku mohon dengan sangat, agar kalian dapat memahami dengan jelas dan nyata pernyataanku yang satu ini!

" JANGAN KERANA KITA ISLAM TERFITNAH!!! "


Wallahu'alam...saya undur dulu.

0 comments |

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...