Showing posts with label Baitulmuslim. Show all posts
Showing posts with label Baitulmuslim. Show all posts

..:::Menaiki Tangga Kedua – Baitul Muslim:::..

Author: Cita Pemuda Syahid Labels:: , ,

Assalamualaikum,

Bismillahirahmanirahim..

Pada kali ini tajuknya mungkin menjadi kebiasaan bagi sesentegah anda yang berada dalam lingkungan tarbiah,kenapa ini perlu diperbincangkan acap kali sedangkan semuanya telah mengetahu akan hakikatnya sebuah Baitulmuslim,tetapi apakah ia adalah satu rantaian dan tangga dalam sebuah dakwah dan tarbiah.Inilah yang akan saya cuba kemukakan untuk perkongsian kita kali ini.

Nafsu syahwat itu seperti air bah yang turun dari puncak gunung. Barang siapa berdiri menghadangnya, maka ia akan diterjang dan dilumatkan. Barang siapa membiarkannya, maka ia bakal memporakporandakan negeri dan memusnahkan umat manusia.Orang yang berakal sehat tentu akan membuat jalan untuknya, menggali tanah sedalam-dalamnya dan mengalirkan air bah itu ke sana. Inilah yang diperbuat Islam

Di jalan apakah anda menikah? Terbentang pula dengan lurus dan amat luas jalan dakwah. Jalan para Nabi dan syuhada, jalan orang-orang saleh, jalan para ahli surga yang kini telah bercengkerama di taman-tamannya:

Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik”.

(Yusuf:108 )

Hadzihi sabili, inilah jalanku, yakni ad’u ilallah, aku senantuasa mengajak manusia kepada Allah. Fi’il mudhari’ yang digunakan pada kalimat ad’u ilallah semakin menegaskan bahwa dakwah adalah pekerjaan yang sedang dan akan terus-menerus dilakukan kaum muslimin, yaitu ana, Rasulullah saw, wamanittaba’ani dan orang-orang yang mengikuti Rasullullah saw sampai akhir zaman nanti.

Inilah jalanku, yaitu jalan dakwah, jalan yang membentang lurus menuju kebahagiaan dan kepastian akhir. Jalan yang dipilihkan Allah untuk para Nabi, dan orang-orang yang setia mengikuti mereka. Jalan inilah yang menghantarkan Nabi saw menikahi istri-istrinya. Jalan ini yang mengantarkan Ummu Sulaim menerima pinangan Abu Thalhah. Jalan yang menyebabkan bertemunya Ali r.a dan Fatimah az-Zahra dalam sebuah keluarga.

Di jalan dakwah itulah Nabi saw menikahi Ummahatul Mukminin. Di jalan itu pula para sahabat Nabi menikah. Di jalan dakwah itulah orang-orang saleh membina rumah tangga. Jalan ini menawarkan kelurusan orientasi, bahwa pernikahan adalah ibadah. Bahwa berkeluarga adalah salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan di muka bumi Allah.

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

(Al-An’am:153)

Menikah di jalan dakwah akan mendapatkan keberuntungan. Di jalan ini para sahabat Nabi melangkah, di jalan ini mereka menikah, di jalan ini pula mereka meninggal sebagai syahid dengan kematian yang indah. Jalan yang tak pernah memberikan kerugian. Justru senantiasa menjadi invesatasi masa depan yang menguntungkan di dunia maupun akhirat.

Di jalan ini kecenderungan ruhiyah amat mendapat perhatian, akan tetapi tidak mengabaikan segi-segi materi. Di jalan ini setan terkalahkan oleh orientasi Rabbani, dan menuntun prosesnya, dari awal sampai akhir, senantiasa memiliki kontribusi terhadap kebaikan dan umat.

Sejak dari persiapan diri, pemilihan jodoh, peminangan, akad nikah hingga walimah dan hidup satu rumah. Tiada yang dilakukan kecuali dalam kerangka kesemestaan dakwah.

“Seandainya seseorang dianugerahi harta Qorun dan fisik Hercules. Lalu dihadiahkan di hadapannya 1000 perempuan jelita berikut segala keistimewaannya, niscaya dia tidak pernah berjumpa dengan kepuasan”


0 comments |

..:::Saya Nak Berkhawin,Boleh tak?:::..

Author: Cita Pemuda Syahid Labels:: ,

Assalamualaikum dan apa khabar iman?

Alhamdulillah kepada Allah swt kerana nikmatnya yang tidak terkira dengan jangkauan akal yang kita yang tidak seberapa ini,dan antara salah satu nikmatnya terhadap kita ialah kasih sayang atau lebih senang diungkapkan ialah rasa cinta sesama makhluk,lebih khususnya lagi cinta sesama manusia.Dalam situasi sekarang ramai diantara kita salah meletakan perasaan itu pada tempatnya dengan bertuankan syaitan berakalkan nafsu yang merosakan nilai cinta yang ada dalam islam itu.Apakah mereka tidak sedar dalam islam itu cinta itu indah dan akan menjadi lebih indah kalau diletakan pada jalan yang betul dan salah satu caranya ialah Baitulmuslim.

Mungkin anda semua ingat saya ini terlalu obses terhadap tajuk-tajuk yang berunsurkan cinta dan baitulmuslim ini kerana beberapa artikel yang saya tulis sebelum ini.Bagi saya tidaklah menjadi satu kesalahan untuk saya berkongsi ilmu yang saya ketahui mengenai ini dan seterusnya dapat mengajak rakan-rakan kearah salah satu jalan yang sepatutnya dalam menjalinkan sesuatu hubungan kerana situasi remaja khusunya remaja islam yang semakin hanyut dipukul tsunami cinta terlarang.

"Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam) dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji) dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya."(Ali-Imran:104 )

Akan tetapi banyak yang beranggapan Baitulmuslim ini amat berat dan sukar untuk dilaksanakan kerana beberpa masalah seperti ekonomi,tanggungjawab,belum bersedia,masalh keluarga,dan ada beberpa sebab lain lagi.Tidakah kita ketahui bahawa janji allah kepada mereka yang ingin membina baitul muslim ini dan seterusnya menolong agama Allah ini?Apa yang saya perkatakan ini adalah sesuai melalui beberapa ayat Al-quran dah hadis yang menyatakan hal sebegini sepertimana yang saya fahami insyallah kalau ada kekeurang bolehlah disedarkan saya dengan teguran kerana saya ini bukanlah ulamak penafsir Al-quran dan hadis tetapi hanya Cuma penyampai ilmu.

1-"Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki yang keji, dan lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik adalahuntuk wanita-wanita yang baik (pula)". (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai dengan ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah lelaki yang soleh, jadilah wanita yang solehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2-"Dan kahwinikanlah orang-orang yang bujang diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkahwin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan mereka dengan kurniaan-Nya.Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (An Nur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan berkahwin. Salah satu sebabnya adalah kerana belum mempunyai pekerjaan. Dan yang peliknya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebahagian mereka tetap ragu dengan harta yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam fikiran mereka terdetik,

"adakah cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?".

Ayat tersebut merupakan jawapan buat mereka yang masih ragu untuk melangkah ke alam pernikahan kerana alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi tuntutan berkeluarga. Bukan besarnya wang ringgit yang perlu dibimbangkan. Kelak,Allah akan menolong mereka yang berkahwin. Allah Maha Adil, bila tanggungjawab para pemuda bertambah - dengan kewajiban menafkahi isteri-isteri dan anak-anaknya - maka Allah akan memberikan rezeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di dalam masyarakat, kebanyakan mereka yang bermula dengan kemiskinan, tidak mempunyai apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rezeki yang melimpah-ruah dan mencukupkan segala kekurangannya?

3-" Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, iaitu seorang mujahid fi sabilillah,seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang bernikah kerana ingin memelihara kehormatannya".(HR. Ahmad 2: 251, Nasaei, Tirmidzi, Ibnu Majah hadis no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Bagi siapa saja yang bernikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadis ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4-"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tandabagi kaum yang berfikir" (Ar Rum : 21)

5-"Dan Tuhanmu berfirman : 'Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang memalingkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina' ".(Al Mu'min : 60)

Ini juga janji Allah 'Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah nescaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pasangan hidup yang agamanya baik, cantik, taat dan sebagainya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlas, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, mengadap kiblat,mengangkat kedua tangan, dan lain-lain lagi.

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Di antaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana para malaikat turun dari langit dunia bersama-sama mengaminkan ,pada waktu antara azan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dan lain-lain lagi.

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Di antaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dari usaha dan sumber yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain lagi.

Manfaat lain dari berdoa bererti kita meyakini kekuasaan Allah,mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dan lain-lain lagi.

Sebahagian orang ketika jodohnya tidak sampai-sampai maka mereka pergi ke dukun-dukun dan bomoh berharap agar jodohnya lancar. Sebahagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna dan sihir. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadis-hadis berikut yang

merupakan peringatan keras dari Rasulullah Sollallahu 'alaihi wa sallam:

"Barang siapa yang mendatangi peramal nasib / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima solatnya selama empat puluh malam".(Hadis sahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad)

Telah bersabda Rasulullah sollallahu 'alaihi wa sallam, "Maka janganlah kamu mendatangi peramal-peramal nasib itu." (Sahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

Telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan guna-guna (sihir) itu adalah (hukumnya) syirik."(Hadis sahih riwayat Abu Daud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

6-"Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat". (Al Baqarah : 153)

Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan solat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Sollallahu 'alaihi wa sallam. Juga harus solat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid'ah-bid'ah.

7-"Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". (Alam Nasyrah : 5 - 6)

Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung tiba. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surah An- Nasyrah.

8-"Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu".(Muhammad : 7)

Supaya Allah Tabaraka wa Ta'ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9-"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa".(Al Hajj : 40)

10-"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat".(Al Baqarah :214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim dan muslimah.Jadi, kenapa masih ragu dengan janji Allah yang sememangnya benar?


0 comments |

Bila Kamu Sebut Fasal Baitul Muslim

Author: Cita Pemuda Syahid Labels:: , ,

assalamualaikum dan salam ramadhan untuk semua pembaca-pembaca blog ini,(em tapi ada ke??),tak kisah la yang penting apa yang saya coretkan disini hanyalah untuk menyatakan isi hati ini dan untuk tujuan dakwah perkongsian ilmu insyallah...

Pernah dengar tak kalimah ‘Baitul Muslim'? Atau kadang-kadang orang ada sebut juga baitul dakwah dan sebagainya. Pernah dengar? Saya dengar perkataan Baitul Muslim ini, semenjak saya berada di Sek Menengah dulu. Masa itu, masih muda sangat lagi. Jadi, memang seronok kalau masuk bab-bab kahwin ini. Orang kata, perkara masa hadapan ni memang seronok kalau bincang. Lagi-lagi kalau masuk bab cinta-cinta ni. Baitul Muslim yang membincangkan perihal hendak membina sebuah kehidupan berkeluarga yang diredhai ALLAH, pada awalnya saya anggap adalah satu konsep yang mengajar kita cara-cara memilih pasangan dengan baik. Saya nampak bahawa Baitul Muslim ini adalah satu konsep supaya lelaki perempuan tahu bercinta dengan betul. Saya yakin, ramai yang beranggapan seperti saya.

Tapi, bila saya membesar, rupanya anggapan saya itu silap.

Baitul Muslim hakikatnya bukanlah setakat berkenaan dua insan, yang satu lelaki dan yang satu lagi perempuan. Tetapi hakikatnya, Baitul Muslim itu lebih lagi dari sekadar hubungan dua insan. Baitul Muslim adalah salah satu tangga dari tangga-tanga ke arah pembinaan ummah yang diredhai ALLAH sebenarnya.

Masyarakat itu, terbentuk dari keluarga, keluarga itu terbentuk dari individu.

Sebab itu, Baitul Muslim ini bukanlah satu konsep menceritakan perihal cinta lelaki perempuan, atau cara memilih pasangan yang betul. Tetapi, Baitul Muslim adalah satu konsep untuk kita nampak keperluan wujudnya keluarga yang diredhai ALLAH, keperluan mencari isteri@suami yang diredhai ALLAH, keperluan mentarbiyah anak agar membesar dalam keredhaan ALLAH, seterusnya menjadikan keluarga kita keluarga contoh kepada masyarakat.

Dan semua itu, bukan bermula dari kita hendak mencari pasangan. Tetapi, itu semua bermula sedari saat kita berseorangan. Pengislahan diri, adalah permulaan ke arah pembinaan Baitul Muslim sebenarnya.

Hal ini, saya sedari ketika Abang Hatono, seorang naqib usrah di UniKL MFI ini berkongsi pandangan berkenaan hal Baitul Muslim ini.

" Perkara Baitul Muslim ini, bukanlah kita fikirkan bila hampir nak kahwin. Sepatutnya hal ini kita fikirkan semenjak kita remaja lagi. Sebab perkara ini bukan perkara kecil. Perkara ini perkara besar"

Ya. Sebab, Baitul Muslim bukannya fasal nak kahwin dengan siapa, nak kahwin macam mana. Baitul Muslim hakikatnya adalah projek hendak membina ummah. Maka, hendak membina ummah ini, perlu kita mulakan dengan diri sendiri.

Sebab itu, hal ini bukan untuk kita fikir ketika hampir kahwin. Kita perlu fikir semenjak kita remaja lagi.

Tapi ramai salah anggap. Mereka kata, mereka tidak mahu berfikir akan hal pembinaan keluarga ini kerana mereka tidak mahu masuk campur hal cintan cintun semasa belajar. Sebenarnya, anggapan bahawa Baitul Muslim adalah konsep cintan cintun adalah anggapan yang tertolak. Baitul Muslim, adalah konsep pembinaan ummah. Berfikir berkenaannya, bukanlah kita berfikir kita hendak kahwin dengan siapa, tetapi kita berfikir bagaimana kita hendak membinanya bermula dengan diri kita.

Kita perlu mulakan dengan diri kita sebenarnya. Keluarga yang diredhai ALLAH tidak akan mampu dibangunkan hanya dengan usaha suami sahaja atau isteri sahaja. Maka, hendak atau tidak, jika kita mahu membina keluarga yang diredhai ALLAH SWT, kita perlu mulakan dengan membina diri kita.

Kita perlu nampak bahawa, nanti bila kita hendak berkahwin, kita perlu menjadi contoh kepada pasangan kita. Manusia itu tidak sama. Jadi, perlu ada rasa hendak lengkap melengkapi. Kita perlu nampak bahawa kita hendak menjadi penyokong kepada pasangan kita. Jadi, menjadi tanggungjawab diri kita untuk membina dan memperbaiki diri sedari hari ini.

Emosi, cara pandangan, cara pemikiran, harta, akhlak dan sebagainya, sudah perlu kita fikirkan. Adakah kita mampu membina keluarga yang diredhai ALLAH jika kita seorang panas baran? Adakah kita mampu menyara kehidupan keluarga kita dengan baik tanpa wang yang mencukupi? Adakah kita mampu memandu keluarga kita ke arah yang diredhai ALLAH jika cara pandangan dan cara pandangan kita tidak matang? Adakah kita mampu mendidik anak jika akhlak kita tidak baik?

Semua itu menyebabkan kita perlu bergerak ‘membina' Baitul Muslim semenjak hari ini. Bukanlah membina Baitul Muslim itu adalah dengan mencari pasangan mengikut ciri-ciri yang ditetapkan. Tetapi, membina Baitul Muslim itu bermula dengan kita membina diri kita sendiri ke arah apa yang ALLAH redha.

Itulah maksud membina Baitul Muslim yang sebenarnya. Bermula dengan diri kita.

Barulah kita ada kekuatan untuk membina keluarga yang diredhai ALLAH SWT, mendidik pasangan kita ke jalanNya, membimbing anak-anak di atas keredhaanNya, sekaligus menjadikan keluarga kita keluarga yang ALLAH SWT suka.

Sebab itulah, kata orang, tarbiyah (pendidikan) anak-anak itu bermula semenjak kita masih belum berkahwin lagi. Sebab, mentarbiyah diri kita juga adalah sebahagian dari perjalanan kita mendidik anak-anak kita.

Akhirnya, Baitul Muslim ini, bukanlah satu konsep cinta dua insan. Tetapi, Baitul Muslim ini adalah satu konsep untuk membina ummah. Pembinaan ummah, bermula dari diri kita sendiri.

Maka, apa lagi yang kita tunggu?

Bergeraklah membina diri, persiapkan diri dari hari ini, untuk melakar masa hadapan yang indahnya abadi.


0 comments |

Aisyah r.ha. isteri yang kreatif mempamerkan cintanya

Author: Cita Pemuda Syahid Labels:: , ,

LUMRAH cinta, seorang kekasih akan cenderung kepada seorang sahaja kekasih dalam hati dan perasan. Begitulah kecenderungan cinta Rasulullah s.a.w. kepada Aisyah r.ha., ia bukan lagi satu rahsia.
Siapakah wanita pertama di hati Rasulullah s.a.w. selepas Khatijah r.ha.? Bukan Saudah r.ha. sebaliknya Aisyah r.ha., walapun Rasulullah menikahi Saudah r.ha dan Aisyah r.ha. pada masa yang hampir sama. Saudah pada ketika itu ialah janda yang sudah berusia, mungkin seusia Baginda. Secara zahirnya sudah tentu Saudah tidak menarik namun atas dasar simpati, Rasulullah menikahinya. (Mahmud al-Mishri, Sirah Sahabiyah, hlm. 35)
Memandangkan Aisyah r.ha. masih kecil, Saudah r.ha. lebih dahulu berada di sisi Nabi setelah Khadijah r.ha. Namun begitu, Aisyah r.ha. lebih dahulu memenangi hati dan cinta Baginda s.a.w..
Allah s.w.t. banyak kali menghadirkan mimpi tentang wanita bernama Aisyah r.ha. sebelum hadirnya Saudah r.ha. Dalam kecemburuan, Aisyah redha seorang demi seorang janda-janda yang perlukan pembelaan, menumpang kasih suaminya, Nabi s.a.w. Kenapa? Kerana dia sedar semua itu untuk kepentingan Islam, bukan kepentingan nafsu Baginda.
Oleh sebab lumrah cinta yang tiada "dua" ini, Prof Dr. Mahmud Zuhdi menjelaskan dalam bukunya, Undang-undang keluarga Islam bahawa majoriti ulama mengatakan poligami itu diharuskan, bukannya digalakkan.

KELEBIHAN AISYAH R.HA.
Aisyah r.ha. berbicara: "Ada tujuh kelebihanku yang tidak dimiliki wanita lain kecuali kelebihan yang diberikan Allah s.w.t. kepada Maryam binti 'Imran. Demi Allah, dengan mengatakan hal ini aku tidak bermaksud membanggakan diriku atas teman-temanku (isteri-isteri Rasulullah yg lain)."
Abdu;;ah bin Safwan bertanya: "Apakah tujuh kelebihan itu wahai Ummul Mukminin?"
Aisyah r.ha. menjawab:
1- Malaikat (Jibrail) membawa imejku kepada Rasulullah s.a.w. (dalam mimpi).
2-Rasulullah s.a.w. menikahiku waktu diriku berumur 7 tahun, lalu aku diserahkan serumah dengan Baginda pada usia 9 tahun. Baginda menikahiku waktu aku perawan.
3- Beliau pernah menerima wahyu ketika berada dalam satu selimut denganku.
4- Aku adalah orang yang paling dicintai oleh Baginda dan puteri daripada orang yang paling Baginda sayangi (Abu Bakar).
5- Allah menurunkan beberapa ayat-ayat al-Quran kerana aku, sedang waktu umat hampir celaka kerananya.
6- Aku pernah melihat Jibrail dan tidak seorang pun antara isteri-isteri Baginda yang lain pernah melihatnya.
7- Rasulullah s.a.w. wafat di rumahku, pada waktu tiada orang selain diriku dan malaikat.
Al-Haithami berkata dalam Majma' al-Zawa'id no.15308, 'Riwayat ini tercantum dalam kitab al-Sahih dengan ringkas smentara riwayat di atas daripada al-Tabrani. Para perawi dalam salah satu sanad riwayat al-Tabrani ialah perawi-perawi kitab al-Sahih. (Rujuk juga riwayat al-hakim, jil. 4, hlm 10) Al-Hakim menyatakan hadis ini sahih dan al-Zahabi menyetujuinya.

KEDUDUKAN AISYAH R.HA. DI HATI RASULULLAH .S.A.W.
Dalam riwayat lain, aisyah r.ha. bercerita, "Rasulullah s.a.w. memasuki rumahku dan Baginda mendapatiku sedang menangis. Baginda bertanya:'Mengapa dikau menangis?' Aku menjawab: 'Fatimah menghinaku.'
"Rasulullah s.a.w. segera memanggil fatimah lalu berkata: 'Wahai fatimah, adakah benar anakanda menghina Aisyah?' fatimah menjawab:'Benar, wahai Rasulullah.' Rasulullah s.a.w. berkata: 'Bukankah anakanda mencintai apa yang ayahanda cintai?' Fatimah menjawab: 'Sudah tentu.' Rasulullah s.a.w. berkata: ' Sesungguhnya ayahanda mencintai Aisyah, maka cintailah dia.' Fatimah berkata: 'Kalau begitu, saya tidak akan lagi mengatakan sesuatu yang dapat menyakiti Aisyah.'"
(Al-Haitami, Majma' al-Zawa'id no.15311) Perai-perawi lain adalah para perawi kitab al-Sahih.

CEMBURU AISYAH TANDA BESARNYA CINTA.
Aisyah r.ha. menceritakan, "Suatu ketika Rasulullah s.a.w. berkata kepadaku: 'Sesungguhnya kanda tahu bila dinda sedang senang kepada kanda dan bila dinda sedang marah.' Aku bertanya: 'Bagaimana kanda tahu?' Baginda menjawab; 'Jika dinda sedang senang kepada kanda, maka dinda akan mengatakan, demi Tuhan Muhammad! Tapi jika sedang marah, dinda akan mengatakan, tidak, demi tuhan Ibrahim!' Aisyah berkata: 'Itu benar. Demi Allah! Dinda hanya mampu menjauhi namamu.'"
(Muttafaq 'alaih)
Imam al-Nawawi berkata, "mengenai pernyataan Rasulullah s.a.w. kepada Aisyah r.ha. ini, al-Qadhi berkata, 'Kemarahan Aisyah kepada nabi adalah dalam bentuk kecemburuan kepada Baginda. Kecemburuan menjadi faktor tidak berlakunya banyak hukum bagi wanita, kerana ia (cemburu) tidak dapat dipisahkan daripada wanita. Bahkan Imam Malik dan ulama-ulama Madinah lainnya berpendapat, tidak berlaku bagi wanita yang menuduh suaminya berzina ketika ia sedang cemburu. Pendapat ini berdasarkan hadis Nabi s.a.w. yang bermaksud: 'Wanita cemburu tidak dapat membezakan antara bibir lembah dan dasarnya.'"
Jika pengertian hadis di atas tidak bermaksud kemarahan kerana cemburu, maka Aisyah berada dalam kedudukan yang sangat sulit kerana marah dan menjauhi rasulullah s.a.w. adalah dosa besar. Untuk itu, Aisyah r.ha. berkata, "Dinda hanya mampu menjauhi namamu." Ini menunjukkan perasaan hati dan kecintaanya kepada Rasulullah s.a.w. tetap seperti sediakala. Kecemburuannya didorong oleh rasa cinta yang terlalu tinggi." (Sahih Muslim bi Syarh al-Nawawi, jil. 15, hlm 292-293)
Aisyah r.ha. mengatakan bahwa dia pernah bertanya: "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling kanda cintai?" Naginda bertanya kembali: "Kenapa dinda bertanya seperti itu?' Aisyah menjawab: "Dinda ingin mencintai orang yang kanda cintai." Baginda menjelaskan: "Dia ialah Aisyah." (Al-Haithami, majma' al-Zawa'id no. 15309. Hadis ini diriwayatkan oleh Tabrani, sanadnya hasan)

LEBIH MEMILIH ZUHUD
Urwah mengatakan bahawa Aisyah r.ha. berkata, "Demi Allah, wahai anak saudaraku. Kami pernah melihat kemunculan bulan sabit, lalu bulan sabit berikutnya, lalu bulan sabit berikutnya, yakni tiga kali kemunculan bulan sabit atau dua bulan berturut-turut, sedangkan di rumah-rumah rasulullah sama sekali tidak dinyalakan api (untuk memasak)."
Urwah bertanya: "Lalu dengan apa kamu dapat bertahan hidup?" Aisyah menjawab: "Dengan al-aswadan, yakni kurma dan air. Hanya saja, Rasulullah s.a.w. mempunyai beberapa jiran tetangga daripada kalangan Ansar yang mempunyai kambing. Mereka sering mengirimkan susu kepada beliau. lalu beliau memberikan kepada kami." (Muttafaq 'alaih)
Cerita tentang kezuhudan Aisyah r.ha. terlalu banyak. Dia memilih kesederhanaan walaupun seringkali dilimpahkan kekayaan. Antara cerita yang masyhur ialah Urwah pernah menggambarkan gaya hidup Aisyah bahawa dia pernah membahagi-bahagikan 70, 000 dirham wang perak padahal pada waktu yang sama dia menampal jahitan pakaiannya. (Ima Ahmad, al-Zuhd, hlm. 205-206)
Suatu ketika, Muawiyah pernah mengirimkan 100, 000 dirham kepada Aisyah r.ha. Maka Aisyah terus membahagi-bahagikan tanpa meninggalkan sedikit pun. Sehingga Barirah berkata: "Sesungguhnya puan sedang berpuasa. Mengapa puan tidak tinggalkan satu dirham sahaja untuk membeli daging?" Aisyah lalu berkata: " Kalau tadi kamu mengingatkan, sudah tentu saya melakukannya." (Riwayat Abu Nua'im dalam al-Hilyah, jil. 2 hlm.7)

BANYAK SOLAT DAN PUASA
Urwah menuturkan bahawa Aisyah r.ha. sering berpuasa. Al-Qasim mengatakan bahawa Aisyah berpuasa sepanjang masa. Ia hanya berbuka (tidak berpuasa), pada hari Aidiladha dan Aidilfitri.
Dalam satu riwayat, Urwah menceritakan bahawa dia sering memulai harinya dengan mengunjungi ibu saudaranya, Aisyah r.ha. untuk mengucapkan salam. Suatu hari, dia pergi berjumpa Aisyah ketika dia sedang solat dan berdoa. Aisyah terus berdoa dan menangis sambil mengulang-ulang bacaan surah al-Tur, ayat 27 yang bermaksud, "Maka Allah memebri kurnia kepada kami dan memelihara kami daripada azab neraka." Urwah berdiri dengan lama hingga dia berlalu pergi ke pasar untuk membeli keperluan. Apabila kembali semula ke rumah Aisyah r.ha., dia melihat Aisyah masih lagi solat dan menangis.

TAHAN UJIAN
Aisyah mengikuti Rasulullah s.a.w. dalam perang Mustaliq setelah undia. Sekembali daripada peperangan ini, beliau ditimpa ujian berat berupa fitnah perlakuan sumbang.
Ia bermula apabila beliau kehilangan kalung lalu mencarinya sehingga tertinggal rombongan. Kebetulan Safwan bin Mua'ttal al-Sullami berjalan di belakang. Apabila melihat Aisyah, dia lalu membiarkan Aisyah menaiki untanya lalu dituntun menyusuli rombongan. Fitnah menular dengan cepat sehingga Rasulullah s.a.w. bersedih.
Aisyah yang yakin dengan pembelaan Tuhannya hanya mampu bersabar. Akhirnya Allah membersihkan Aisyah daripada fitnah itu dengan turunnya ayat al-Quran mengenainya.

PEMALUNYA MENGHIAS IMAN
Ummul mukminin Aisyah berkata, "Setiap kali aku masuk kerumahku yang didalamnya dimakamkan jasad Rasulullah s.a.w. dan ayahku sendiri, dan ketika hendak membuka baju, aku berkata dalam hati, 'Tidak perlu malu kerana di sini hanya ada suamiku dan ayahku sendiri.' Tetapi setelah Umar r.a. dimakamkan disitu, demi Allah, setiap kali berada di dalam rumah aku sentiasa memakai pakaian yang lengkap keran malu kepad Umar r.a." (Al-Qurtubi, Bahjah al-Majalis)
Sungguh indah peribadi beliau yang begitu malu walaupun kepada insan-insan yang sudah tidak bernyawa.

MENGIKUTI JEJAK KEKASIHNYA
Qais mengatakan bahawa Aisyah r.ha. pernah bercita-cita ingin dikuburkan didalam rumahnya, disisi Nabi s.a.w. Namun kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya aku melakukan kesalahan setelah perginya Rasulullah s.a.w. Maka, kuburkanlah jasadku bersama isteri-isteri baginda." Oleh sebab itu Aisyah dikuburkan di Baqi'. (Riwayat Ibn Sa'ad, jil. 8, hlm. 74)
Maksud kesalahan itu adalah beliau terlibat dalam perang jamal. Aisyah sangat menyesalinya walaupun dia sebenarnya langsung tidak berniat ke arah itu. Dia cuma berijtihad melakukan kebaikan.
Pada Ramadhan tahun 58 Hijrah, Ummul Mukminin Aisyah r.ha. menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ketika perginya Aisyah r.ha., Ummu Salamah mengumumkan, "Demi Allah, dia adalah orang yang palin dicintai Rasulullah s.a.w. selain ayahnya." Jasad Aisyah r.ha. dimakamkan pada malam itu juga setelah solat witir.

Isyallah semoga kisah ini ia menjadi teladan dan contoh kepada bakal dan zaujah yang menjadi penyeri taman hati si suami yang soleh disamping ibu kepada bakal tokoh pejuang islam yang kita nanti untuk mengubah senario dunia islam masa kini insyallah..

2 comments |

[[[ Nikah Muda? dan Bahagia?]]]

Author: Cita Pemuda Syahid Labels:: , ,

Mungkin agak berasa janggal untuk aku berbicara lanjut tentang perkara yang sebegini almaklumlah diri ini banyak kekurangan dan baru hendak mengenali nilai islam yang sebenar dalam islam ini tetapi itu bukanlah pengalang untuk saya berbicara tentang ini, insyallah akan cuba saya memberi kupasan yang terbaik untuk anda fikirkan dan kongsi bersama kerana dalam islam.Kenapa tajuk ini ini,ini adalah kerana setiap daripada kita akan mengarunginya tetapi yang menjadi persolanya sekarang kenapa Nikah muda??dan akan timbul bermacam-macam lagi persoalan yang tidak payah diceritakan disini kerana ia ada didalam benak pemikiran anda.


Begitu saja aku dengari suatu ayat-ayat Al Quran yang membuatkan aku tersentak!

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di kalangan kamu dan juga orang-orang yang layak menikah dikalangan hamba sahaya kamu laki-laki dan perempuan, jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurniaannya.Dan Allah maha Luas (Pemberiannya),lagi Maha Mengetahui (QS Annur :32)

Merupakan suatu perintah Allah agar segera menikahkan orang-orang yang masih bujang di kalangan kita.Bahkan seandainya kita termasuk golongan yang tidak mampu, jangan bimbang Allah swt sendiri akan memampukan kita.

Andai kita belum yakin dengan ayat Allah SWT perkataan apa lagi di dunia ini yang dapat menjadikan kita yakin terhadap sesuatu? Bah kan Rasullulah juga bersabda yang bermaksud:

Carilah oleh kalian rezeki dalam pernikahan (dalam kehidupan berkeluarga)
(Hadith riwayat Imam Ad Dhalani) dalam Musnad Al Firdaus

Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah bersabda, “ 3 golongan yang akan selalu di beri pertolongan oleh Allah ialah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah swt ,seorang penulis yang selalu memberi penawar dan seorang yang menikah demi menjaga kehormatan dirinya(Hadith riwayat Thabrani) dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim, dari Ad Dur Al Mantsur.

Abu Bakar As Siddiq pernah berkata “ Taatlah kamu kepada Allah dalam apa yang diperintahkan kepadamu iaitu perkahwinan,maka Allah akan melestarikan janjiNYA kepadamu iaitu kekayaan".

Allah telah berfirman “Jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurniaannya(QS Annur:32)

Apa lagi alasan mereka yang telah diberi kesihatan tubuh badan ,keinginan yang kuat untuk bersama pasangan dan mempercayai Allah sebagai tuhan(ialah) untuk mengatakan diri ini belum memilih nikah sebagai jalan? Andai membujang itu suatu pilihan yang diberikan kepada mereka yang beriman.Maka ia adalah sesuatu yang dikategorikan sebagai kehinaan.

Rasullah bersabda lagi,Hadith Saad bin Abi Waqas berkata :
Rasullulah saw melarang Uthman bin Mazun dari membujang,seandainya baginda merestuinya,pasti kami akan membujang" (Sahih Muslim)

Sabda baginda lagi: dari Anas ra, Rasullulah Al Ma’shum bersabda,
Barangsiapa mempunyai anak perempuan yang telah mencapai umur 12tahun,lalu ia tidak segerakan mengahwinkannya kemudian anak perempuan tersebut melakukan dosanya di tanggung oleh ayahnya". (Hadith riwayat Baihaqi)

Ibnu Ma’ud pernah mengatakan, "Seandai tinggal sepuluh hari sahaja dari usiaku ,niscaya aku tetap ingin kahwin agar aku tidak menghadap Allah dalam keadaan masih bujang"

Sahabat-sahabat sekalian,seandainya mahu merenung akan hadith-hadith ini,maka apa lagi yang dinanti,berusahalah sedaya upaya kita untuk menikah.Kerana hadith yang menyuruh bernikah berbunyi:

Abdullah bin Mas’ud ra: diriwayatkan dari Al Qamah ra katanya:
"Aku berjalan-jalan di Mina bersama Abdullah ra yang kemudian menghampiri Abdullah ra. Setelah berbincang beberapa ketika,Othman ra bertanya,wahai abu abdul rahman;mahukah aku jodhohkan kamu dengan seorang perempuan muda? Mudah mudahan perempuan itu akan dapat mengigatkan kembali masa lampau mu yang indah"

Mendengar tawaran itu Abdullah ra menjawab;

"Apa yang kamu ucapkan itu adalah sejajar dengan apa yang pernah di sabdakan oleh rasullulah saw kepada kami "

"Wahai golongan pemuda! Sesiapa di antara kamu yang telah mempunyai keupayaan iaitu zahir dan batin untuk berkahwin, maka hendaklah dia berkahwin,sesungguhnya perkahwinan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kehormatan.maka sesiapa yang tidak berkemampuan,hendaklah dia berpuasa kerana puas itu dapat mengawal iaitu benteng nafsu"
(Hadith riwayat Muslim)

Seandainya kita telah berusaha sedaya upaya,serahkanlah semuanya pada Allah.Dialah yang memberi rezeki.Bukanlah orang itu termasuk dalam golongan tidak mampu,seandainya dia terus membiarkan dirinya saja,tidak berbuat apa-apa lalu apabila ditanyakan kepadanya lalu dia menjawab TIDAK MAMPU.Akan tetapi seorang yang tidak mampu adalah mereka yang telah berusaha sekuat hati ,namun hasilnya tetap di tahan oleh Allah SWT sebagai ujian untuk dirinya.

Seorang saudara mengadukan dirinya yang masih kurang iman kepada sahabatnya,
"Saya rasa masih tidak kuat lagi untuk menikah” .

Jawab sahabatnya,
"Justeru kerana kamu masih belum kuat imanlah kamu harus menyegerakan nikah, kan nikah itu menyempurnakan separuh dari agama ?"

Lantas di sebabkan iman kita yang kurang inilah kita harus segera bernikah.Bagaimana kalian sahabat-sahabat ku? Luruskan niatmu , jangan bernikah kerana keSERONOKan di dalamnya,jangan pula kerana orang mengatakannya BAIK atau apa sebab lain pun selain dari
Aku nikah kerana ALLAH dan RASUL SURUH !

Dan carilah pernikahan yang barakah.Zainab bin Jashyi dan Zaid bin Harithah yang cukup kuat iman mereka pun bercerai akhirnya.Zaid anak angkat Nabi,kekasih nabi,panglima perang ,manakala Zainab,ummul mukminin, satu figura yang tidak mungkin ada kelemahan dari imannya, mungkihkah lagi keimanan mereka diragukan.Lantas sahabat semua serahkan segalanya pada Allah SWT.

Bahagia bukan terletak pada kesenangan hidup,banyaknya harta,indahnya pasangan dan sebagainya.Bahagia itu terletak pada, firman Allah

Dan diantara tanda-tanda(kebesaran)Nya ilah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri,agar kamu cenderung dan berasa temteram kepadanya.Dan menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang”. (QS anRuum:21)

0 comments |
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...